Tiba-tiba, aku berfikir bahwa sayang ya rasanya kalau aku gak nulis keseharianku meskipun gak ada hal-hal penting sih haha
Hanya untuk mengabadikan momen dan mencatat poin-poin tertentu yang sekiranya bisa bermanfaat untuk oranglain..
Kemarin minggu, aku dan Pak Fikri ikut seminar parenting "Rahasia Anak Hafal Qur'an Tanpa Mondok bagi Orang Tua Pekerja"
Awalnya aku dapet informasi ini dari Mbak Nuri, sepupuku. Alhamdulillah ternyata seminar ini dapat dilakukan via zoom mengingat wabah corona yang belum merena hingga pertengahan Tahun 2020.
Seminar tersebut diadakan oleh Integritas Psychology Center dan Homeschooling School Of Quran Indonesia.
Adapun poin-poin yang bisa aku dapatkan dari seminar tersebut adalah:
Pendidikan Anak sesuai Umur dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
Hanya untuk mengabadikan momen dan mencatat poin-poin tertentu yang sekiranya bisa bermanfaat untuk oranglain..
Kemarin minggu, aku dan Pak Fikri ikut seminar parenting "Rahasia Anak Hafal Qur'an Tanpa Mondok bagi Orang Tua Pekerja"
Awalnya aku dapet informasi ini dari Mbak Nuri, sepupuku. Alhamdulillah ternyata seminar ini dapat dilakukan via zoom mengingat wabah corona yang belum merena hingga pertengahan Tahun 2020.
Seminar tersebut diadakan oleh Integritas Psychology Center dan Homeschooling School Of Quran Indonesia.
Adapun poin-poin yang bisa aku dapatkan dari seminar tersebut adalah:
Pendidikan Anak sesuai Umur dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
- Thufulah untuk usia anak 2 - 7 Tahun. Usia ini sebaiknya digunakan oleh orangtua untuk mengenalkan dan membiasakan anak untuk beribadah.
- Tamyiz untuk usia anak 7 - 10 Tahun. Usia ini sebaiknya digunakan oleh orangtua untuk membiasakan anak beribadah hingga menjadi sebuah kesadaran untuk anak. Maka, pada usia ini sang anak tidak lagi harus disuruh untuk melakukan ibadah melainkan berasal dari kesadaran diri sendiri.
- Amrad untuk usia anak 10 - 15 Tahun. Pada usia ini, orangtua dianggap telah berhasil ketika sang anak memiliki kesadaran untuk melakukan ibadah tanpa harus disuruh.
Gaya Pendidikan Anak dapat juga dibedakan menjadi 3, yaitu:
- Otoriter, ditandai dengan orangtua yang serba menuntut, memiliki aturan yang ketat & kaku, semua kehendak anak berpusat pada orangtua, dan komunikasi hanya satu arah (tidak melibatkan anak untuk berdiskusi)
- Permisif, ditandai dengan orangtua yang membolehkan anaknya untuk melakukan apa saja, semua kehendak anak berdasarkan kemauannya, sangat kurang pengawasan, penuh kasih sayang tapi kurang aturan, dan minim komunikasi.
- Demokratis, ditandai dengan penuh kasih sayang tetapi tetap tegas, berpusat pada anak & orangtua, dan komunikasi dua arah (melibatkan anak untuk berdiskusi).
Comments
Post a Comment